Tumbuhkan Tradisi Intelektualitas, Pemuda Muhammadiyah Terbitkan Jurnal Pelopor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Sabtu, 28 Mei 2011, 17:46 WIB
RMOL. Organisasi pemuda seperti Pemuda Muhammadiyah (PM) perlu menumbuhkan tradisi keilmuan dan intelektualitas. Hal ini penting, mengingat selain untuk menambah wawasan keilmuan dan kebangsaan, juga dapat dimanfaatkan untuk mengasah pemikiran dan memacu diri mempersiapkan sumberdaya keilmuan menghadapi kemajuan zaman dan globalisasi.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PP PM) bidang Dakwah dan Kajian Keagamaan, Hery Sucipto, terkait diluncurkannya jurnal ilmiah PP PM, Pelopor, di Jakarta (Sabtu, 28/5). Peluncuran itu akan dilakukan di sela-sela perayaan Milad Pemuda Muhammadiyah ke-79, di Aula PP Muhammadiyah, Jakarta.

Diakuinya, keberadaan jurnal ilmiah di lingkungan ormas kepemudaan memang masih jarang dan sedikit. Ada beberapa hal, tambah Hery, yang menyebabkan minimnya penerbitan jurnal ilmiah di kalangan ormas pemuda, diantaranya keterbatasan dana dan minimnya kesadaran membaca dan tradisi menulis di kalangan pemuda.

"Ini tantangan berat, sebab di tengah godaan modernitas dan budaya
serba instan, pemuda dituntut dapat terus mengembangkan kualitas keilmuan mereka, antara lain melalui penerbitan jurnal kajian ilmiah," papar Hery yang juga diamanati sebagai Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi jurnal Pelopor.

Terkait terbitnya Pelopor, alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir ini menjelaskan, jurnal yang diterbitkan oleh PP Pemuda Muhamamdiyah ini akan hadir empat bulan sekali. Selain untuk konsumsi internal anggota PM, Pelopor juga akan diarahkan menjadi konsumsi ilmiah baik dilingkungan dunia pendidikan Muhammadiyah maupun kalangan pendidikan umum.

Untuk edisi perdana, lanjut Hery, Pelopor mengangkat tema utama masalah Kerukunan Hidup antar Umat Beragama di Indonesia. Hadir dengan kemasan ilmiah, dengan tebal 130 halaman, dan bahasa pengantar Indonesia. "Namun mulai edisi kedua dan seterusnya, Pelopor akan hadir lebih tebal, yakni sekitar 150 halaman, dan dalam tiga bahasa; Indonesia, Inggris, dan Arab. Selain untuk ikut mewarnai percaturan pemikiran Tanah Air, diharapkan terbitnya Pelopor juga akan menjadi pemicu bagi munculnya media ilmiah lainnya, khususnya di kalangan ormas-ormas di lingkungan Muhammadiyah," imbuhnya.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Hadjriyanto Yasin Thohari, menyambut baik terbitnya Pelopor. "Ini terobosan positif, bahwa Pemuda Muhammadiyah mulai belajar menulis," kata Hadjriyanto, yang juga Wakil Ketua MPR ini. [ade]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA