Din Syamsuddin: Pemimpin dan Rakyat Tak Lagi Sinergis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 27 Mei 2011, 07:28 WIB
Din Syamsuddin: Pemimpin dan Rakyat Tak Lagi Sinergis
din syamsuddin/ist
RMOL. Saat ini rakyat merasa jauh dari elit. Sementara para pemimpin negeri hanya sibuk mengurus urusan pribadi dan kelompok.

"Bila sampai rakyat tidak percaya lagi, akibatnya tidak ada sinergi lagi antara rakyat dan pemimpin," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, saat  memberikan pengantar diskusi publik yang digelar Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah dengan tema 'Kebangkitan atau Kebangkrutan Nasional,' di gedung PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta (Kamis, 26/5) .

Dalam diskusi tersebut hadir pembicara Hendri Saparini, Yustiani, dan Chusnul Mar'iyah.

Menurut Chusnul Mar'iyah, yang merupakan anggota LHKP PP Muhammadiyah, para pemimpin negeri telah menjual negara sendiri kepada asing dengan melakukan praktek transaksional. Akibatnya negara semakin tergantung dan terkatung-katung.

"Kebangkitan Nasional butuh pemimpin yang berani membuat terobosan besar untuk membebaskan Indonesia dari segala penjajahan bentuk baru. Pemimpin bukan proses jual beli yang mengatasnamakan demokrasi," demikian Chusnul. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA