Tapi, sang ketua umum, Anas Urbaningrum tidak tampil sebagai pemimpin untuk menghadapi dan memecah persoalan yang dihadapi. Anas malah terkesan sembunyi.
"Karena dia terlalu muda dan di kelilingi politisi bajing loncat yang ada di Demokrat. Kelihatannya dia memang tidak tampil layaknya sebagai pemimpin. Mestinya, dia yang menangani, tidak harus SBY dan Dewan Kehormatan," ujar pengamat politik Iberamsyah kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 26/5).
Selain itu, masih kata Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia ini, Anas juga tidak bisa lempar tanggung jawab atas kasus yang melilit Nazaruddin. Karena sebagai bendahara umum, Nazaruddin tidak mungkin bekerja sendiri. Tentu Partai Demokrat tahu dan merestui tindakan Nazaruddin. Dia yakin, kalau seandainya Nazaruddin orang biasa, tidak mungkin bisa mendapat sejumlah proyek di pemerintahan.
"Partai, SBY, dan Anas ikut bertanggung jawab, tidak boleh lepas tangan. Apalagi dia (Nazaruddin) kan mempunyai perusahaan yang sama dengan Anas (PT. Panahatan)," tandas Iberamsyah.
[zul]
BERITA TERKAIT: