Ruhut menjelaskan, setelah Kongres Partai Demokrat di Bandung, semua kader Demokrat bersatu masuk dalam kepengurusan, baik kubu Andi Mallarangeng, maupun kubu Marzuki Alie. Hal ini sejalan dengan pesan dari Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.
"Jangan seperti partai lain. Boleh bersaing, yang kalah siap kalah, yang menang siap menang. Yang menang bagaimana, rangkul yang kalah. Yang kalah mau dirangkul," kata Ruhut mengutip pernyataan SBY di gedung DPR, Jakarta (Kamis, 12/5).
Tradisi Demokrat ini, terang Ruhut, berbeda dengan partai lain. Dia mencontohkan Partai Golkar. Kubu Surya Paloh, pihak yang kalah dalam Musyawarah Nasional partai beringin itu sama sekali tidak dirangkul Aburizal Bakrie, Ketua Umum saat ini.
Apalagi, kata Ruhut memperkuat argumen bahwa partainya tidak pecah, Demokrat memiliki tokoh perekat, yaitu SBY. Jadi katanya lagi, tidak ada friksi di tubuh Demokrat.
[yan]
BERITA TERKAIT: