Hatta Taliwang, salah seorang personel Depan, terlebih dahulu memperkenalkan personel Depan. Setelah itu, mantan politisi PAN ini mengungkapkan tujuan dari pembentukan Depan. Dalam penjelasannya, Depan dibentuk karena ada kekhawatiran negara ini akan menjadi negara gagal. Karena, pemerintahan saat ini tidak memiliki prestasi.
Makanya, Depan ingin mengetahui secara langsung bagaimana pendapat para tokoh yang dikunjungi, termasuk mengonfirmasi beberapa isu yang berkaitan langsung dengan tokoh yang didatangi.
"Kita juga mau konfirmasi, kenapa misalnya Romli sudah bebas, Yusril masih disandera (kasus Sisminbakum). Yang lain, (soal) curhat SBY yang menanyakan ke Yusril bagaimana kalau Boediono ditangkap (karena kasus Century), apakah SBY masih bisa dilantik sebagai Presiden. Nah, kita mau konfimasi, itu kayak apa sih?" ucap Hatta.
Sekadar mengingatkan, Yusril ketika berbicara dalam sebuah diskusi yang digelar Petisi 28 di Doekoen Caffe, 8 Juli 2010, mengaku bahwa Presiden SBY pernah menyampaikan kekhawatirannya bila Boediono yang bersama dirinya sudah memenangkan pemilihan presiden/wakil presiden ditangkap sebelum pelantikan. Pertanyaan itu disampaikan SBY kepada Yusril yang dipanggilnya pada suatu hari di bulan Ramadhan tahun itu.
Sebelum menemui Yusril, Depan telah menemui deretan tokoh nasional lain seperti Din Syamsuddin, Hasyim Muzadi, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, Wiranto, Syafii Maarif, Solahudin Wahid, dan Antasari Azhar.
[ald]