Pengacara: Saat Digerebek KPK, Rosa Bukan Lagi Karyawan PT Anak Negeri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 05 Mei 2011, 13:10 WIB
Pengacara: Saat Digerebek KPK, Rosa Bukan Lagi Karyawan PT Anak Negeri
mindo rosaline manullang/ist
RMOL. Keterlibatan Mindo Rosaline Manullang alias Rosa dalam kasus suap Rp3,2 miliar di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga atas inisiatif pribadi.

PT Anak Negeri, tempat Rosa bekerja, tak tahu menahu dengan ulah Rosa yang ikut-ikutan bermain dalam proyek pembangunan wisma atlit senilai Rp199 miliar di Palembang.

Bahkan Rosa sudah tak aktif lagi di PT Anak Negeri sebagai Direktur Marketing jauh sebelum dirinya ditangkap Tim Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Wafid Muharam dan Mohammad Idris, akhir bulan April lalu.

"Menurut keterangan Ibu Rosa, beliau sudah tidak bekerja lagi. Sudah berhenti beberapa bulan yang lalu. Jadi saat ditangkap Ibu Rosa sudah tidak bekerja di sana (PT Anak Negeri)," ujar pengacara Rosa, Djufri Taufik, di gedung KPK, Jakarta, sesaat lalu, Kamis (5/5).

Djufri tak bisa memastikan kapan tepatnya Rosa keluar dari PT Anak Negeri, perusahaan yang dikabarkan milik Bendahara Umum Demokrat, M Nazaruddin. Namun Djufri memastikan, hubungan Rosa dengan Mohammad Idris, Direktur Marketing PT Duta Graha Indah (DGI), perusahaan rekanan pembangunan wisma atlit, hanya sebatas mitra bisnis.

"Sebagai sahabat saja. Teman bisnis lah," ucap Djufri.

Sementara itu, Sesmenpora Wafid Muharam, melalui pengacaranya, Erman Umar, mengakui karena 'lobi' Rosa-lah PT DGI bisa memenangkan tender proyek wisma senilai Rp199 miliar itu. Karena ada jasa Rosa, Wafid pun kemudian tak malu meminta bantuan Rosa untuk mencarikan dana talangan bagi Kemenpora, yang secara tidak langsung memintanya dari PT DGI. Cek tiga lembar senilai Rp3,2 miliar yang diterima Wafid dari PT DGI diakui Erman, hanya merupakan bagian dari dana talangan yang dibutuhkan Kemenpora sebesar Rp6 miliar.[ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA