"Mungkin ada nilai politisnya di sana. Kan ada Rosa (tersangka Mindo Rosaline Manullang) staf dari orang Demokrat. Jadi banyak bumbu-bumbu politis," kata Erman saat dihubungi wartawan, Senin (3/5).
Meski "kemesraan" Rosa dengan petinggi Demokrat dicurigainya sebagai aroma politik yang melatari pemecatan Adhyaksa, Erman tidak mengaitkannya dengan Partai Demokrat.
"Tidak ada perasaan tidak enak dengan Partai Demokrat," imbuhnya.
Mantan pengacara Rosa, Kamaruddin Simanjuntak, sempat menyebut Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, sebagai pihak yang membuat kasus ini demikian politis. Rosa tercatat sebagai Direktur Marketing PT Anak Negeri, perusahaan yang dipimpin Nazaruddin. Suap yang dilakukan Rosa bersama Mohammad Idris (Direktur Marketing PT Duta Graha Indah), sebut Kamaruddin, atas perintah Nazaruddin. Setelah memecat Kamaruddin dan memilih didampingi Djufri Taufik dari DT Law Firm, Rosa mengaku bosnya adalah Franky, bukan Nazaruddin.
[ald]
BERITA TERKAIT: