"Saya tidak berminat polemik dengan Munarman. Silakan saja cari nara sumber lain yang mau (dimintai tanggapan)," tulis Komaruddin lewat pesan singkat kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 27/4).
Lalu apa tanggapan Anda dengan kebiasaan Pepi yang dikabarkan kerap menenggak minuman keras dan konsumsi narkoba?"Saya tidak punya fakta apa-apa tentang Pepi. Silakan tanya Dekan (Fakultas) Tarbiyah," jawab Komaruddin.
Komaruddin Hidayat diminta tanggapan atas pernyataan Munarman. Munarman tidak habis pikir kenapa Rektor UIN Jakarta mengimbau mahasiswa untuk memantau bila ada pengajian dan gerakan yang aneh-aneh, setelah diketahui tersangka kasus terorisme adalah alumnus Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, Pepi.
Padahal, jelasnya, semasa kuliah (saat itu masih bernama Institut Agama Islam Negeri) Pepi, seperti sudah banyak dimuat media, kerap menenggak alkohol dan mengkonsumsi narkoba dan tidak aktif di dunia pengajian. Mestinya, yang dipantau adalah kebiasaan buruk itu bukan mengawasi pengajian.
"Seharusnya yang dikhawatirkan itu adalah banyaknya mahasiswa yang menjadi peminum alkohol, bukan mahasiwa yang ikut pengajian. Jadi itu sikap yang aneh dari para dosen di UIN. Mereka lebih khawatir mahasiswa di UIN ikut pengajian dibandingkan menenggak alkohol, kemudian nongkrong dan berpaham atheis," kata Munarman kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin (Senin, 25/4).
[zul]
BERITA TERKAIT: