"(Keputusan FIFA) ini sekaligus menampar kelompok 78. Sejak awal saya sudah mengatakan mereka ini ilegal, liar, nggak boleh mereka melakukan kongres atas dasar
apa," kata Mantan Ketua Komite Banding, Tjipta Lesmana, kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin petang.
Selain itu, Gurubesar Ilmu Komunikasi Politik ini juga menyesalkan media yang tidak kritis atas klaim KPPN memiliki 78 suara sah di kongres PSSI. Mestinya, klaim itu diverifikasi.
"Mereka mengklaim pemilik suara sah, apa betul. Kok nggak ada verifikasi. Ini kan tidak ada yang bertanya, hei apa betul kamu pemilik suara sah. Sekarang menurut PSSI yang sah itu cuman 52, yang lain itu jelas nggak sah semua. Bisa saja tanda tangan palsu. Jadi (keputusan FIFA) ini menampar KPPN,' tegasnya.
Nah,Tjipta Lesmana juga menyoroti Menteri Negara Pemuda Olahraga Andi Mallarangeng. Andi, sebutnya, memang sama sekali tidak pernah mengakui KPPN. Tapi secara implisit Andi menyetujui KPPN menggelar kongres.
"Andi Mallarangeng itu ini bermain. Sebab Andi tahu ini (Kongres yang digelar KPPN) illegal. Tetapi kalau produk atau kongres itu mendapat dukungan luas, pemerintah akan mendukung. Jadi disini sikap pemerintah banci sekali terhadap KPPN ini," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: