Pertama Dede Yusuf dipinggirkan oleh rezim Hatta Rajasa karena dekat dengan mantan Ketua Umum DPP PAN, Soetrisno Bachir. Sedangkan kedua, PAN tidak cukup kuat untuk mengantarkannya ke kursi Jawa Barat-1.
Apa tanggapan DPP PAN? Ketua DPP Partai Amanat Nasional Bidang Komunikasi Politik, Bima Arya Sugiarto, kepada
Rakyat Merdeka Online (Selasa, 5/4), membantah keras untuk alasan yang pertama. Karena dia mengatakan, semua kader yang berpotensi diakomodir.
"Itu sepenuhnya salah. Kepengurusan Pak Hatta Rajasa sangat cair. Semua diberikan ruang," tegasnya.
Sedangkan untuk alasan kedua, dia mengatakannya setengah benar. Karena PAN tidak cukup kursi untuk mencalonkan mantan aktor itu untuk naik tahta, menjadi gubernur Jawa Barat. Tapi, politisi muda ini menegaskan, meski tidak cukup kursi, PAN tentu memiliki jalan lain untuk mengantarkan Dede menjadi orang nomor satu di bumi Pasundan.
"Kita kan bisa menggalang kekuatan dengan koalisi. Apalagi hubungan (PAN) dengan partai-partai lain, dengan Demokrat, berjalan baik," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: