"Kalau Pak Mubarok, kita harus hormati dan kita anggap saja apa yang dia katakan itu sebagai guyonan politik. Karena bagi saya, semua rakyat masih mencintai Pak SBY. Jadi bukan pemimpin pas-pasan," ungkap Jurubicara Partai Demokrat itu kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 1/4).
Soal mengeluarkan pernyataan yang kerap mengundang perdebatan publik karena kontrovesial, Ruhut juga mengakui sering melakukan itu. Tapi, dia yakin, dia lebih benar dari Mubarok.
"Kalian kan sudah tahu, statemen dia sama dengan dengan Ruhut. Cuma ya kadang-kadang Ruhut yang lebih benar," kata Ruhut yang pada saat dihubungi mengaku selepas memberi kuliah tentang advokat di Universitas Lampung.
Ahmad Mubarok mengatakan Presiden SBY bukan pemimpin besar, tapi pemimpin yang pas-pasan pada saat diskusi "Memperkuat Sistem Presidensial dalam Usul Perubahan Kelima UUD 1945" di Gedung DPD, Jakarta, Kamis (31/3).
[zul]
BERITA TERKAIT: