Pernyataan Mubarok itu mestinya dialamatkan kepada partai politik pendukung pemerintah. Karena rintangan atas implementasi kebijakan atau kritik atas sikap kepemimpinan SBY tidak akan siginifikan dari partai oposisi.
"Saya justru melihat, rintangan paling signifikan sekarang bukan datang dari kubu oposisi seperti PDIP. Serangan yang mesti diwaspadai justru dari mitra koalisi yang bercita rasa oposisi," kata Direktur Eksekutif The Political Literacy Institut Gun Gun Heryanto kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/4).
Menurutnya, kemampuan SBY dalam mengelola manajemen konflik dengan mitra koalisi akan menentukan langkahnya hingga 2014, akhir masa jabatannya. Karena itu, jangan sampai mitra koalisi punya referensi dari prototipe kasus Century dan angket pajak, dimana pada dua kasus itu partai koalisi bebas bergerak. Mitra koalisi punya keleluasaan menikmati atmosfir kekuasaan sekaligus menerapkan serangan dari dalam untuk menaikan posisi tawar mereka.
"SBY jika tak mampu mengelola para mitra, artinya memang benar pemimpin pas-pasan. Jangankan mengelola pekerjaan untuk rakyat Indonesia, energi kekuasaannya lebih banyak dihabiskan mengelola konflik internal," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: