"Substansi pernyataan Mubarok itu memang memiliki tautan faktualnya. Meski disampaikan dengan gaya
ekstrovert seperti biasanya menjadi ciri cara berkomunikasi Pak Mubarok, isinya memang menggambarkan
track record kepemimpinan SBY," kata pengamat komunikasi politik, Gun Gun Heryanto kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 1/4).
Jika dianalisa hingga pada periode kedua kepemimpinannya, sambung dosen Universitas Islam Negeri Jakarta ini, memang SBY belum menunjukkan keistimewaannya sebagai pemimpin.
"Terlebih, sebagai pemimpin yang mengantongi dukungan pemilih 60 persen suara lebih dalam Pilpres. Prestasinya datar, dan banyak tidak efektif karena kerap tersandra oleh politik representasi dan politik harmoni," tandas Direktur Eksekutif The Political Literacy Institut ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: