"Hal ini, yang belum pernah ditawarkan oleh program binaan dari instansi atau lembaga lainnya," katanya di Jakarta, belum lama ini.
Syarief menyatakan, saat ini pihak Jamsostek sedang membidik sektor UKM untuk memperoleh penyaluran dana Program Kemitraan Bina Lingkungan. Dengan program ini, anak-anak anggota juga bisa memperoleh beasiswa dan pinjaman modal kepemilikan rumah.
"Sudah selayaknya Koperasi dan UKM didorong agar aktivitas ekonominya semakin meningkat sehingga persoalan bang-sa kita akan dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang singkat," katanya.
Pengusaha UKM di Indonesia saat mencapai 52,72 juta termasuk di dalamnya koperasi berjumlah 177.483 unit. Jika semua Koperasi dan UKM bisa didorong dan diberdayakan sehingga bisa melakukan aktivitas ekonomi yang lebih signifikan, maka dirinya yakin rakyat akan semakin makmur ke depan nanti.
Sementara itu, Dirut PT Jamsostek (Persero) Hotbonar Sinaga mengatakan, setelah UKM di Bogor menjadi pilot project program Jamsostek Sahabat UKM, maka selanjutnya akan dilakukan di Sukabumi, Jawa Barat.
Nantinya, program ini secara bertahap akan dilakukan pada UKM di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Melalui program binaan ini, pelaku sektor UKM bisa memperoleh kucuran kredit lunak dengan bunga sebesar enam persen per tahun dari PT Jamsostek.
"Dengan begitu, kegiatan bisnis UKM diharapkan terbantu dan dapat berkembang. Sedangkan Jamsostek bisa memperoleh tambahan peserta jikadi UKM tersebut ada yang belum mengikuti program Jamsostek," kata Hotbonar.
[wid]
BERITA TERKAIT: