Kemenakertrans menggandeng Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jateng untuk mencapai tujuan tersebut.
Hal ini terungkap dalam acara penandatanganan MoU antara Kemenakertrans dengan PWNU dan penyerahan bantuan pemerintah untuk perluasan kesempatan kerja melalui kegiatan padat karya, Teknologi Tepat Guna (TTG), subsidi program, bantuan sarana, dan rumah terampil.
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Ketua PWNU Jawa Tengah, KH. Moh. Adnan di Semarang, Jawa Tengah hari ini (Jumat, 25/3).
Hadir pada acara tersebut Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siradj, Ketua Syuriah NU Jateng KH. Masruri Mughni serta ratusan ulama pengasuh pondok pesantren dari pelosok Provinsi Jawa Tengah.
Muhaimin menjelaskan Jateng merupakan provinsi yang sangat strategis dan potensial untuk berkembang. Karena provinsi ini memiliki tenaga kerja yang cukup terampil.
"Peningkatan kualitas sangat dibutuhkan. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas kemasyarakatan yang berbasis luas bisa menjadi partner strategis pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap, lembaga pendidikan seperti pesantren dapat menjadi ujung tombak penyiapan tenaga kerja siap pakai. Karena tantangan pasar kerja semakin kompleks.
"Diperkirakan jumlah Angkatan Kerja Tahun 2011 dan 2012 diperkirakan meningkat pada kisaran 2,2 juta pertahun sehingga pada tahun 2011 menjadi 118,67 juta dan tahun 2012 menjadi 120,86 juta," jelas Muhaimin.
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menargetkan penempatan tenaga kerja dalam negeri pada 2011 sebanyak 2,47 juta orang. Menakertrans Muhaimin Iskandar optimis target tersebut akan terpenuhi asal momentum pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 persen bisa tetap terjaga bahkan diharapkan terus naik secara positif.
Selain itu, pada kesempatan yang sama dilakukan pula penandatanganan kerjasama strategis antara Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) dengan pesantren di wilayah Jawa Tengah.
"Kerjasama ini menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah untuk mendorong setiap warga negaranya memiliki kemampuan kerja. Pesantren salah satu lembaga masyarakat yang strategis untuk mencetak lebih banyak lagi tenaga kerja terampil dan berkarakter," jelas Menakertrans Muhaimin Iskandar.
Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siradj menyampaikan terimakasih atas kepercayaan pemerintah kepada organisasi yang dipimpinnya untuk bekerjasama dalam pengentasan kemiskinan.
"Apalagi memang warga NU itu kebanyakan hidup dibawah garis kemiskinan. Kerjasama dan bantuan ini pasti sangat bermanfaat dan memang kemiskinan menjadi tanggungjawab kita bersama. Pengentasan kemiskinan juga amanah Muktamar NU yang harus dilaksanakan," tambah kyai karismatik ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: