"Respon saya itu lucu-lucuan saja. Karena dimana-mana revolusi itu tidak pernah diumumkan, tapi langsung dikerjakan. Kaum revolusioner itu tidak butuh media, tapi kerja di bawah meyakinkan orang. Makanya kita nggak ngerti, ini mau revolusi atau mau
show," kata anggota Badan Pekerja Tokoh Lintas Agama, Ray Rangkuti, kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 25/3).
Selain itu masih kata Ray, kudeta itu umumnya dilakukan oleh sekelompok orang yang terlatih dan memiliki senjata. Dalam artian, jelas Ray, kudeta itu dilakukan oleh para tentara aktif.
"Paling yang bisa mereka (purnawirawan jenderal) lakukan adalah mempengaruhi TNI aktif," kata Ray.
Namun, Direktur Lingkar Madani Indonesia ini mengingatkan, bila kudeta atau revolusi betul-betul akan dijalankan, itu sama saja purnawirawan jenderal dan aktivis Islam itu menjebloskan diri sendiri.
"Saya pikir kita semua, cara-cara pengambilalihan kekuasaan dengan cara-cara inkonsitusional harus dihentikan. Kalau mereka melakukan itu akan memancing kemarahan publik," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: