BOM UTAN KAYU

Koordinasi Polisi yang Buruk Sungguh Memprihatinkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 15 Maret 2011, 23:30 WIB
Koordinasi Polisi yang Buruk Sungguh Memprihatinkan
gegana/ist
RMOL. Kecaman terhadap penanganan polisi dalam kasus bom buku Utan Kayu di perkantoran Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa sore (15/3) semakin bertambah.

Dalam peristiwa itu, Kepala Saturan Reskrim Polres Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan, mengalami luka serius di bagian tangan kiri. Kompol Dodi berusaha untuk menjinakkan bom yang dikemas di dalam sebuah buku yang dikirimkan untuk Ulil Abshar Abdalla. Ketika menggeser sebuah panel putih di tengah buku, bom pun meledak. Bagian tangan kiri Kompol Dodi, dari siku hingga jemari, hancur.

“Kami merasa prihatin dengan kecerobohan polisi dalam menangani bom Utan Kayu ini. Kami juga prihatin dengan koordinasi antara Polda Metro Jaya hingga Tim Gegana terlambat tiba di TKP. Akibatnya, bom meledak dan ada aparat yang terluka,” ujar Koordinator Indonesian Police Watch, Neta S. Pane, kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa malam.

IPW mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo segera mengevaluasi kinerja Polda Metro Jaya. Kasus seperti ini, katanya, tidak boleh terulang kembali mengingat Jakarta sebagai ibukota negara membutuhkan polisi yang prima dan tidak ceroboh. [guh]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA