"Sebagai perkiraan, bisa saja itu salah satu motifnya. Tapi kan untuk mengatakan bom Ulil karena (kerasnya dia mendesak)
reshuffle terlalu dini," kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 15/3).
Ramadhan Pohan membenarkan bahwa selama 10 tahun berkecimpung di Jaringan Islam Liberal dan menyuarakan kebebasan dan nasionalisme-relijius, sebagaimana jargon Partai Demokrat, Ulil memang tidak pernah mendapat ancaman.
Tapi sekali lagi, dia belum berani mengambil keputusan bahwa motif bom tersebut adalah politik. Dia menyarankan agar publik menunggu hasil penyelidikan polisi.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.