Staf Presiden dan Jajaran Menteri Diminta Stop Bicara Bocoran Kawat Diplomatik Dubes AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 15 Maret 2011, 16:17 WIB
Staf Presiden dan Jajaran Menteri Diminta Stop Bicara Bocoran Kawat Diplomatik Dubes AS
daniel sparingga/ist
RMOL. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga tak mau menanggapi soal kemungkinan Presiden SBY akan menggugat dua koran Australia The Age dan Sidney Moring Herald karena telah memberitakan bocoran kawat diplomatik Kedubes Amerika Serikat yang dikutip dari WikiLeaks.

Tapi, Daniel menjelaskan maksud Presiden yang mengimbau agar perdebatan tentang itu dihentikan.

"Apa yang disebut (SBY) dengan menyudahi adalah penghentian tanggapan dari Merdeka Utara (Istana) dan jajaran kementerian yang ikut membantu meluruskan berita The Age dan Sidney Morning Herald," kata Daniel kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 15/3).

Namun, dia menambahkan, imbauan Presiden itu jelas tidak pernah dimaksudkan untuk membatasi pihak-pihak yang disebut dalam berita itu untuk memberikan pelurusan dan klarifikasi.

"Walaupun demikian, Presiden mengajak semua pihak untuk lebih masuk akal dan mengihindari kehebohan," tandasnya.

Kemarin SBY mengisyaratkan menggugat dua koran Australia itu. Karena SBY tidak menerima disebut telah menyalahgunakan kekuasaan.

"Saudara tahu kebiasaan saya, setelah semuanya bisa dinalar dengan baik secara jernih, tentu dengan tetap menjalankan tugas saya sebagai kepala pemerintah dan negara, saya akan menggunakan hak saya untuk mendapatkan keadilan dengan cara-cara yang demokratis," kata Presiden dalam sidang kabinet di Istana Bogor hari ini (Senin, 14/3). [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA