Tanggapi WikiLeaks, SBY Tak Ingin Reaktif dan Emosional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 14 Maret 2011, 14:14 WIB
Tanggapi WikiLeaks, SBY Tak Ingin Reaktif dan Emosional
sby/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya buka mulut atas pemberitaan dua koran Australia, The Age dan Sidney Morning Herald, yang memuat bocoran dari WikiLeaks. Disitu, SBY disebutkan telah menyalahgunakan kekuasaaan.

Presiden mengungkapkan terima kasih kepada para pembantunya yang telah memberikan komentar bantahan atas berita yang dimuat pada Jumat lalu itu.

"Terima kasih atas beberapa komentar dari Saudara-saudara. Tapi saya pandang sudah cukup. Tidak perlu kita terus menerus ikut dalam kegaduan soal ini. Karena banyak yang lebih penting yang harus kita lakukan. Saya juga tidak ingin terlalu reaktif dan emosional," kata Presiden dalam sidang kabinet di Istana Bogor hari ini (Senin, 14/3).

Sebelumnya, pihak Istana telah membantah berita yang juga menyebutkan bahwa Presiden SBY menikmati aliran dana Bank Cenruty untuk kepentingan pemilihan Presiden 2009 lalu. Pihak Istana menyebut berita itu sebagai berita sampai, berita warung kopi, dan sebutan lainnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA