Pemerintahan SBY akan Oleng Bila Parpol Pendukung Dibiarkan Membangkang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 22 Februari 2011, 19:34 WIB
Pemerintahan SBY akan Oleng Bila Parpol Pendukung Dibiarkan Membangkang
presiden sby/ist
RMOL. Demokrasi lahir untuk menghasilkan sistem pemerintahan yang kuat yang dan mampu melayani kepentingan rakyat. Pemerintahan yang kuat akan sulit terwujud tanpa dukungan koalisi politik yang kuat. Dalam mewujudkan koalisi politik seperti ini hal yang terpenting adalah kepatuhan anggota koalisi terhadap agenda koalisi.

"Pemerintahan SBY-Boediono akan mudah terombang-ambing jika anggota Setgab Koalisi tidak mematuhi tertib politik koalisi," kata Dewan Pendiri Indonesian Political Institute, Umar Syadat Hasibuan, kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 22/2).

Karena itu, menurutnya, pemerintahan SBY-Boediono harus mencari solusi yang tepat karena koalisi pendukung mereka cenderung melahirkan politik saling sandera. Akibatnya, kelompok oposisi memiliki peluang di balik ketidakjelasan sikap politik anggota koalisi propemerintah.

"Sudah hampir dua tahun pemerintahan berjalan, tapi justru partai koalisi yang mengobok-obok program pemerintah. Koalisi macam apa ini? Ini kan koalisi yang tak tahu malu namanya," Dewan Pakar Jaringan Nusantara ini mempertanyakan.

Hal itu ia katakan menanggapi tidak padunya partai koalisi dalam beberapa isu strategis, seperti dalam hal penyelidikan kasus mafia hukum di parlemen. Sikap PKS dan Golkar berbeda dengan anggota koalisi lain. Mereka mendukung penggunaan hak angket tersebut. Sebelumnya, dalam kasus megaskandal dana talangan Bank Century, PKS, Golkar dan PPP juga berada di jalur yang berbeda dengan Partai Demokrat, PAN, dan PKB. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA