"Pengalaman sudah membuktikan sinyalemen tersebut. KPK terus menerus mendapat tekanan agar lemah. Peluang KPK untuk sukses dalam membongkar kasus megaskandal pajak tentu saja akan sangat terganggu manakala Pansus Angket (Pajak) membuat para terperiksa memandang enteng KPK," kata Sekretaris Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat, Amir Syamsuddin kepada
Rakyat Merdeka Online."Kesuksesan KPK sangat mengusik mereka yang selama ini selalu mencoba mengucilkan KPK. Ingat rakyat sudah sangat cerdas membaca dan memahami akrobat politik seperti ini," sambung Amir mengingatkan.
Penolakan Partai Demokrat terhadap pembentukan Hak Angket Pajak ini membuat beberapa kalangan menaruh curiga, bahwa partai penguasa ini mengamankan perusahaan-perusahaan yang pernah menjadi "pasien" Gayus Tambunan. Terhadap kecurigaan tersebut, mantan Sekjen Partai Demokrat ini membantah.
"Demokrat tidak ada hubungan apa pun dengan 151 perusahan yang terkait mafia pajak Gayus Tambunan. Demokrat hanya ingin menyukseskan misi dan upaya serius KPK yang tampaknya akan sangat berpeluang membongkar tuntas kasus megaskandal pajak Gayus Tambunan," tegasnya.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.