"Ya itu harus. Tapi nggak bisa 100 persen ahli. Mau tidak mau haris diakomodosasi juga dari partai," kata pengamat politik Andrinof Chaniago kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 6/2).
Menteri yang berasal dari partai juga ada harus memenuhi syarat. Syarat itu menurut dosen Universitas Indonesia ini, misalnya, partai harus menyodorkan kader yang profesional. Bila tidak ada kader profesional, partai bisa merekrut para ahli dengan terlebih dahulu membuat kontrak dengan partai.
"Dan satu lagi, ketua umum partai sebaiknya tidak jadi menteri. Biarkan kader yang profesional atau ahli yang sudah ada kontrak tadi yang jadi menteri. Itu jadi lebih jarang diganggu. Karena kalau ketua umum partai jadi menteri, akan banyak waktu untuk menemui tamu-tamu partai. Belum lagi menghabiskan anggaran untuk gula lah," katanya.
Karena itu, dia mengingatkan, SBY harus berani membentuk kabinet zaken ini. Karena SBY merupakan pemenang Pemilu dengan pemilih 60 persen dan mengusai parlemen. "Makanya harus berani ambil risiko. Karena tidak mungkin semua orang akan senang," tegasnya.
[zul]