Nudirman Munir termasuk salah satu anggota DPR yang memasukkan koin ke dalam kotak bertuliskan koin untuk presiden. Dan hal itu tertangkap kamera. Saat dimintai tanggapan atas ancaman SBY tersebut, politisi Golkar ini mengaku tidak bersalah. Karena dia tidak ada niat untuk melecahkan simbol negara.
"Kalau saya tidak ada melecehkan," elaknya saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 1/2).
Nudirman memang mengakui memasukkkan koin ke dalam kotak tersebut. Dia menegaskan, koin itu bukan dimaksudkan untuk menyumbang Presiden. Tapi, uang yang dikumpulkan diberikan ke pejuang '45.
"Itu yang saya katakan. Bahkan dalam rapat paripurna kemarin itu saya katakan lagi. Karena ini momennya pas, mengingat pejuang 45 kehidupannya susah dan saat ini sudah tidak banyak lagi," tegasnya.
Namun, dia menyayangkan, pernyataannya tersebut tidak dikutip. Tapi wartawan hanya mengambil gambarnya saja saat memasukkan koin ke dalam kotak. "Jadi saya tidak menyumbang untuk Bapak Presiden," katanya lagi.
Namun, saat ditanya tentang rencana Presiden SBY tersebut, secara diplomatis dia mengatakan, bahwa aksi pengumpulan koin itu harus dilihat konteksnya. Bahwa itu adalah akibat dari sebuah sebab. Meski tidak menjelaskan secara detail tentang sebab akibat tersebut.
Secara tersirat dia tidak sepakat dengan rencana pemidaan tersebut. Karena dia kuatir hal itu akan membuat masyarakat tidak berani berbuat dan menyampaikan pendapat. "Itu berarti kembali ke zaman Orde Baru," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: