Demikian dikatakan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 5/1).
"Sudah sangat jelas dan terang benderang bahwa perdebatan-perdebatan politik yang muncul belakangan ini sama sekali tidak pernah berpihak pada kepentingan rakyat. Sebaliknya perdebatan-perdebatan itu cenderung untuk mengeritik dan menjatuhkan lawan politik," ungkap Saleh.
Salah satunya, Saleh mencontohkan, perdebatan soal perlu tidaknya Presiden Susilo Bambang me-
reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II.
"Belakangan ini banyak sekali desakan yang muncul agar segera dilakukan reshuffle kabinet. Desakan tersebut kadang-kadang sengaja diungkapkan dengan menunjuk kelemahan beberapa orang menteri yang dinilai memiliki rapor merah. Padahal, orang yang menunjuk tersebut juga tidak jelas rapornya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," jelas Saleh.
Saleh mengingatkan,
reshuffle kabinet merupakan hak preoregatif Presiden SBY. Makanya, semua tergantung kepada SBY dan tidak perlu ada desakan dan perdebatan. "Dan oleh karena itu, usaha untuk melakukan manuver dalam hal ini sangatlah sia-sia dan akan menghabiskan energi," demikian Saleh.
[zul]
BERITA TERKAIT: