"Partai Golkar jelas nasionalis, pluralis, kemajemukan dan beroerantasi pembangunan kesejahteran rakyat," ujar Akbar Tanjung saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 28/12).
Akbar Tanjung pun membeberkan model perekrutan Partai Golkar dalam pencalonan anggota legislatif pada pemilihan umum. Dia menjelaskan, Partai Golkar dalam menentukan calon anggota legislatif berdasarkan prinsip PDLT atau prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela.
"Itulah yang akan dilakukan sebagai patokan dalam penetapan calon. Menurut saya ini perlu terus dipertahankan. Prinsip ini penting untuk memberikan kesempatan dan peluang yang sama sejauh orang itu betul-betul memperlihatkan komitmen, loyalitas, dan kesungguhan memajukan partai berdasarkan PDLT," ujar Akbar.
Meski begitu, Akbar mengakui pada pemilihan umum lalu masih ada faktor-faktor yang tidak sepenuhnya mencerminkan prinsip PDLT yang tidak bisa dihindari dalam menentukan calon anggota legislatif.
Artinya bahwa pernyataan Ruhut yang mengatakan ada diskriminasi agama dalam penentuan calon legislatif itu tidak betul?"Ya, tidak ada urusan dengan agama. Kalau pun ada kaitan dengan agama, itu dikaitkan dengan komunitas masyarakat yang akan menjadi pemilih. Kita juga melihat kenyataan masyarakat yang akan memilih itu. Itu juga tentu jadi parameter kita dalam menetapkan siapa yang akan jadi calon," demikian Akbar.
[zul]
BERITA TERKAIT: