Demikian dikatakan Ade, salah satu warga Ahmadiyah saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 22/12).
Ade menjelaskan, ada dua kemungkinan penyebab musholla tersebut terbakar. Pertama karena
korsleting. Dan yang kedua, karena dibakar oleh orang tak dikenal. "Kita belum berani memastikan, kita tunggu hasil penyelidikan Kepolisian, tapi kemungkinannya
fifty-fifty," ujar Ade.
Musholla yang terbakar itu terletak di sekitar kebon teh, agak jauh dari perumahan warga lainnya. Kata Ade, hanya ada dua rumah di sekitar musholla tersebut. Yaitu, rumah kakaknya dan orangtuanya.
"Listrik di musholla itu dialirkan dari rumah kakak saya, begitu juga dengan rumah bapak. Musholla itu berada di tengah," ujar Ade yang saat ini tinggal di Kampung Neglasari, Desa Sukadana Kecamatan Cempaka, Cianjur.
Untuk dari warga sendiri, Ade menilai sejauh ini hubungan masyarakat dengan keluarganya yang beraliran Ahmadiyah tidak ada masalah. Bahkan, saat musholla itu terbakar tadi malam, warga lain yang tidak jauh dari lokasi musholla juga turut membantu.
"Kalau pun itu warga, bukan dari sekitar sini. Tapi boleh jadi luar yang hanya iseng. Mudah-mudahan tidak lah, jangan ada lagi kasus pembakaran," harap dia.
[zul]
BERITA TERKAIT: