Selain jadwal operasi yang berubah, rumah sakit tempat Baasyir dioperasi juga dipindah dari RS Polri Sukanto ke RS Mata Aini, Jakarta.
Mengapa jadwal operasi itu ditunda dan RS-nya dipindah, masih belum diketahui alasan yang jelas. Sementara kalangan khawatir, pengobatan terhadap Baasyir sengaja dihambat oleh pihak-pihak tertentu yang antipati pada Ustad sepuh itu.
Direktur Medical Emergency Rescue Committe (Mer-C), dr Joserizal Jurnalis, yang menjadi salah seorang anggota tim dokter Baasyir, membantah kekhawatiran itu.
"Insyaallah Senin kita operasi. Perubahan itu hanya masalah pencocokan jadwal saja. Kepolisian tidak pernah menghambat, kok. Masalah teknis saja," jelas spesialis bedah tulang ini sat berdialog dengan
Rakyat Merdeka Online, Jumat (17/12).
Pemindahan lokasi operasi itu juga karena perlengkapan bedah mata yang dimiliki RS Polri tidak selengkap yang dimiliki RS Aini.
"Peralatan di sana (RS Polri) kurang lengkap jadi dipindah. Semua hanya persoalan teknis," tegas Joserizal.
Ia menambahkan, operasi katarak Baasyir akan memakan waktu paling lama satu jam. Sedangkan masa pemulihannya membutuhkan waktu sekitar 10 hari setelah pembedahan.
"Paling lama satu jam. Tapi pemulihannya bisa sepuluh hari, kan mata Ustad dicucuk," terangnya.
Sedangkan menyangkut keluhan pada lutut kiri Baasyir yang juga telah lama dideritanya, menurut Joserizal akan ditindaklanjuti oleh tim dokter setelah masa pemulihan pasca bedah mata usai.
"Bisa jadi dioperasi, tapi kita belum tahu hasilnya sebelum kita periksa," pungkasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: