Salah seorang wartawan media online, Ferry, terkena pukul di pelipis mata kanan oleh oknum anggota Brimob saat hendak mengambil gambar aparat yang sedang mengamankan beberapa pengunjuk rasa.
"Setelah dipukul, saya bilang saya wartawan, ini
ID Card saya, tapi tiba-tiba oknum polisi lainnya datang sambil melarang ambil gambar," ujar Ferry di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan (Kamis, 9/12).
Selain itu, juru kamera Metro TV, Mariole, juga mendapat perlakuan sama, ia dilarang mengambil gambar.
Kedua wartawan tersebut lalu mengeluhkan kejadian tersebut kepada pihak Polres Jakarta Selatan. Sayangnya aparat Kepolisian tidak cukup merespons.
"Kami juga tidak tahu. Tadi kan suasananya seperti itu," ujar salah seorang polisi, Markus DW kepada kedua wartawan itu.
Fotografer Okezone.com, Heru, mengaku kamera yang digunakannya patah terkena pukulan dan juru kamera Trans 7, Reza, juga jadi korban.
"Oknum Brimob bernama Abdhil tiba-tiba memukul kamera saya," kata Reza.
Atas peristiwa itu, Poros Wartawan Jakarta (PWJ) langsung menyatakan sikap mengecam tindak kekerasan yang dilakukan aparat Kepolisian.
"Kami meminta, agar Kapolri menindak tegas anak buahnya. Kapolri harus betanggung jawab dan meminta maaf," ujar Suparni, Ketua Divisi Advokasi PWJ.
(wah)
BERITA TERKAIT: