Tunggu Waktu 100 Hari, Bamsoet Tentukan Timur Kapolri Rakyat atau Istana

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 05 Desember 2010, 10:56 WIB
Tunggu Waktu 100 Hari, Bamsoet Tentukan Timur Kapolri Rakyat atau Istana
Timur Pradopo/ist
RMOL. Jenderal Timur Pradopo telah menjabat sebagai Kapolri lebih dari satu bulan. Timur dilantik pada 22 Oktober lalu.

Karena masih terlalu dini, anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo belum bisa memberikan penilaian apakah Timur telah menunjukkan kinerjanya sebagai seorang Kapolri rakyat, atau justru Kapolri Istana.

Untuk menentukan hal itu, Politisi Partai Golkar ini, baru akan bisa menilai setelah Kapolri bekerja dalam waktu 100 hari. "Kami akan evaluasi setelah 100 hari," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 5/12).

Sebelumnya, dia mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas keluarnya Gayus Tambunan dari rumah tahanan dan keluyuran ke Bali. Karena pada saat itu keberadaan Gayus di Bali dikaitkan sejumlah pihak dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie yang juga berada di Bali.

"Untuk itu kami mendesak Kapolri untuk membongkar tuntas, siapa sesungguhnya biang kerok atau kelompok yang selama ini menjadi beking Gayus," tegasnya belum lama ini.

Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini menegaskan lagi, Kapolri harus berani menuntaskan kasus Gayus ini, kendati kelompok yang membekingi Gayus Tambunan itu diduga sangat dekat dengan Istana.

"Penuntasan ini juga penting karena inilah batu ujian atau pertaruhan bagi Timur Pradopo, apakah ia benar-benar Kapolri rakyat atau Kapolri Istana," demikian Bamsoet, panggilan akrabnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA