TKI DIBUNUH

SBY Bisa Manfaatkan Penganiayaan TKI untuk Pencitraan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 20 November 2010, 15:16 WIB
SBY Bisa Manfaatkan Penganiayaan TKI untuk Pencitraan
presiden sby/ist
RMOL. Guru Besar Ilmu Hukum Internasional Hikmahanto Juwana memuji Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam merespons kasus penganiayaan yang dialami tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi.

“Apa yang dilakukan oleh Menlu sudah bagus, memanggil Dubes Arab Saudi dan mempertanyakan hal (pembunuhan TKI) ini,” kata Hikmahanto dalam diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat dengan tema Pahlawan Devisa yang Tersiksa (Sabtu, 20/11).

Pada bagian lain, dia juga setuju dengan usulan Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Migrant Care. Anis Hidayah yang juga sebagai pembicara dalam diskusi itu mengatakan, sebaiknya Presiden SBY melakukan diplomasi antar Kepala Negara untuk menuntaskan kasus penganiayaan Sumati, TKI asal Nusa Tenggara Barat tersebut.

“Apa yang diusulkan oleh Anis juga bagus, bagaimana Presiden menyampaikan ke Raja Arab Saudi terkait masalah ini. Ini menunjukkan RI punya ketegasan, kita tidak mau diperbudak oleh negara Arab Saudi. Itu yang harus disampaikan Presiden,” lanjut Hikmahanto.

Menurut Hikmahanto, dua hal akan tercapai bila Presiden SBY melakukan itu. Pertama, Presiden telah melakukan perlindungan kepada warganya di luar negeri. Kedua, publik akan mempercayai SBY, bahwa ia mampu melindungi rakyatnya di mana saja. “Ini momentum bagi SBY untuk (meningkatkan) citra,” tandas Hikmahanto. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA