Hal itu dikemukakan Wakil Seketaris Jenderal PP Nasional Demokrat Melki Laka Lena kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 7/11). Melki mengatakan itu setelah melihat sepak terjang selama ini.
"Pada saat tsunami Aceh, waktu masih jadi wapres, JK dengan sigap mengeluarkan SK Wapres. Meski waktu itu mengundang polemik. (Karena tidak ada SK Wapres). Tapi polemik itu mereda setelah hasilnya kita rasakan semua," tuturnya.
Dalam melakukan penanggulangan bencana, sebut Melki, JK berprinsip segera ambil tindakan. Sedangkan untuk pertanggungjawaban, itu kemudian dibicarakan. Dan itu terlihat dalam pelaksanaannya di lapangan.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia, lanjut Melki, JK tetap menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin yang sigap. Hal ini buktikan dalam bencana Wasior, Mentawai, dan Merapi. "Di Mentawai, pemerintah entah kemana, JK sudah nginap disana," jelasnya.
Untuk letusan Merapi, JK dengan PMI-nya yang bisa secara langsung mendatangkan kendaraan yang bisa mendekati Merapi. Karena itu, dia mempertanyakan,"Jadi kemana saja anggaran miliaran yang dimiliki pemerintah kalau untuk itu (kendaraan seperti yang dimiliki PMI) saja tidak ada."
Tak hanya itu, JK juga dengan sigap membangun kebutuhan MCK dan membeli roti-roti dan makanan warung-warung untuk diberikan kepada pengungsi. "Di (banjir bandang) di Wasior, saya mau cerita. Saya kesitu tiga hari setelah terjadi banjir. Tapi tim JK sudah ada duluan," ungkapnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: