Karena itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengambil keputusan untuk menanggulangi bencana Merapi yang terjadi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Pertama, Presiden SBY memutuskan mengangkat Kepala Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana Syamsul Muarif sebagai kepala komando dalam tanggap darurat penanggulangan bencana. Presiden mengatakan, dalam penanggulangan bencana harus berada dalam satu komando.
"Dibantu oleh gubernur DIY dan Jawa Tengah, Pangdam IV Diponegoro, Kapolda DIY dan Kapolda Jawa Tengah," terang SBY dalam konferensi pers siang ini dikantornya (Jumat, 5/11).
Kedua, unsur pemerintah pusat akan kami diajukan yang akan dipimpin Menko Kesra HR Agung Laksono. "Kepada Menko Kesra, saya tugaskan untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah bisa dilaksanan secara cepat dan tepat dan dikoordinasikan dengan baik," jelasnya.
Ketiga Presiden menginstruksikan TNI yang akan dipimpin oleh seorang dengan pangkat Brigadir jenderal. TNI diinstruksikan untuk membangun fasilitas kebutahan korban. Sedangkan keempat, Polri diminta untuk memperlancar lalu lintas dan memberikan pengaman kepada masyarakat.
[zul]
BERITA TERKAIT: