IPO KS MIRING

Jika Teruskan IPO, SBY Omdo

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 01 November 2010, 16:35 WIB
Jika Teruskan IPO, SBY Omdo
ks/ist
RMOL. Presiden harus membatalkan Initial Public Offering (IPO) Krakatau Steel. Jika tidak, kecaman SBY terhadap kebijakan penjualan Indosat dalam kampanye Presiden SBY pada 2004 lalu hanya omong doang (omdo).

Demikian disampaikan Ketua Komite Penyelamat Kekayaan Negara, Marwan Batubara di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, siang ini (Senin, 1/11).

Yang juga harus diperhatikan adalah kebohongan publik yang dilakukan oleh Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar dan para pemimpin undertwitter (pejabat dibawahnya), Mandiri Sekuritas dan Danareksa Sekuritas.

Dikatakan pembohongan publik adalah tentang harga saham Krakatau Steel yang akan dijual. Mustafa cs mengaku harga Rp 850 per saham adalah harga yang realistis untuk IPO, padahal permintaan pembelian saham dari investor sudah mencapai sembilan kali lipat dari harga yang di tetapkan.

"Kalaupun mau dijual, seharusnya harga Rp 850 per saham yang dijadikan patokan dasar, bukan menjual ke pasaran dengan itu," lanjut mantan anggota DPR ini.

"Ini harus segera dihentikan dan diusut," imbuhnya.

Marwan juga mendesak KPK dan BPK mengusut tuntas kejanggalan-kejanggalan IPO Krakatau Steel, termasuk dalam pengambilan keputusan harga yang murah. [arp]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA