Sebagai Oposisi, Hendrawan Ingatkan PDI Perjuangan tentang Amanat Kongres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 22 Oktober 2010, 09:58 WIB
Sebagai Oposisi, Hendrawan Ingatkan PDI Perjuangan tentang Amanat Kongres
hendrawan supratikno/ist
RMOL. Komunikasi yang kian intensif antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat belakangan ini merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.

Karena kritik yang disampaikan PDI Perjuangan kepada pemerintah harus dikomunikasikan dengan baik. Bila tidak, kritik itu bisa disalahmengerti.

Demikian dikatakan anggota Komisi VI dari PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 22/10).

Namun dia menampik, bila komunikasi kedua partai besar itu berujung pada tercapainya deal-deal politik. Dimana PDI Perjuangan akan masuk menjadi bagian dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Nggak lah, kami harus konsisten dengan amanat Kongres. PDI Perjuangan sebagai pertai penyeimbang atau partai oposisi," tegasnya.

Namun, dia mengatakan, kalau pun PDI Perjuangan bergabung, itu artinya  pemerintah lemah dalam menegakkan amanat konstitusi. Karena PDI Perjuangan, katanya, merupakan partai yang konsisten dengan hal itu. Makanya, pemerintah perlu dukungan dari PDI Perjuangan untuk memperkokoh komitmen dalam melaksanakan komitmen tersebut. Meski demikian, dia tetap menampik, partai moncong putih itu melebur ke dalam barisan partai koalisi pendukung pemerintah.

"Nggak lah, Itu kan sudah keputusan Kongres," demikian Hendrawan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA