Karena kritik yang disampaikan PDI Perjuangan kepada pemerintah harus dikomunikasikan dengan baik. Bila tidak, kritik itu bisa disalahmengerti.
Demikian dikatakan anggota Komisi VI dari PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 22/10).
Namun dia menampik, bila komunikasi kedua partai besar itu berujung pada tercapainya
deal-deal politik. Dimana PDI Perjuangan akan masuk menjadi bagian dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Nggak lah, kami harus konsisten dengan amanat Kongres. PDI Perjuangan sebagai pertai penyeimbang atau partai oposisi," tegasnya.
Namun, dia mengatakan, kalau pun PDI Perjuangan bergabung, itu artinya pemerintah lemah dalam menegakkan amanat konstitusi. Karena PDI Perjuangan, katanya, merupakan partai yang konsisten dengan hal itu. Makanya, pemerintah perlu dukungan dari PDI Perjuangan untuk memperkokoh komitmen dalam melaksanakan komitmen tersebut. Meski demikian, dia tetap menampik, partai moncong putih itu melebur ke dalam barisan partai koalisi pendukung pemerintah.
"Nggak lah, Itu kan sudah keputusan Kongres," demikian Hendrawan.
[zul]
BERITA TERKAIT: