"Saya tegaskan perbankan jangan mempersulit masyarakat untuk mendapatkan KUR, karena ada jaminan agunan dari pemerintah," katanya saat memimpin rapat koordinasi penyaluran kredit bersama pimpinan perbankan, kepala-kepala daerah di Kalimantan Tengah.
Menteri Syarief mengatakan, saat ini masyarakat, terutama kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diberi kemudahan mendapatkan KUR, begitu pun dengan besaran kredit mikro.
"Kalau sebelumnya pemberian kredit mikro hanya lima juta rupiah tanpa agunan, maka saat ini pemberian kredit mikro boleh diberikan hingga Rp 20 juta, sedangkan untuk agunan cukup dengan usaha saja," ujarnya.
Menurut dia, pemberian KUR bagi UMKM bertujuan menciptakan iklim usaha yang mandiri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Masyarakat harus memanfaatkan KUR secara optimal untuk mengembangkan jenis usaha, yang dirintis menjadi lebih berkembang dan maju," katanya.
Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat ini yakin, kalau KUR 80 persen berhasil di Kalteng, angka kemiskinan akan dapat ditekan. “Saya punya keyakinan angka pengangguran akan nol dan kemiskinan sisa dua persen,†harapnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: