"Saya kira itu bukan gerakan. Kalau gerakan itu condong ada upaya sistematis terorganisir yang kuat. Ini tidak, ini cuma segelintir orang saja. Biasa saja," ujar Wasekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada
Rakyat Merdeka Online di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Rabu (13/10).
Kalaupun di situ melibatkan tokoh-tokoh seperti Rizal Ramli dan Din Samsuddin, lanjut Ramadhan, hanya untuk memanipulasi suara rakyat.
"Dalam arti mereka cuma beberapa gelintir saja lalu mengatasnamakan suara rakyat. Entar dulu, jangan-jangan mereka pemilu saja tidak ikut. Itu yang pertama," lanjut anggota Komisi I DPR tersebut.
Yang kedua, masih menurut Ramadhan, mereka bukan rakyat. Kalau rakyat, itu tahu akan posisinya dan konstitusionalnya.
"Dan ketiga, orang-orang seperti RR (Rizal Ramli) dan kawan-kawan itu hanya mimpi di siang bolong saja," imbuhnya.
"Saran saya, perkuat diri saja dulu. Bikin partai politik rebut hati rakyat dan bertarung di pemilu. Buktikan yang mana yang didengar oleh rakyat. RR-kah, SBY-kah atau Boediono. Itu lebih fair," lanjutnya.
[arp]
BERITA TERKAIT: