"Saya nggak apa-apa. Karena orang-orang itu selama ini ingin lebih baik," ujar Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Max Sopacua kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Rabu, 13/10).
Mantan penyiar
TVRI ini mengakui Petisi 28 yang dikoordinatori Haris Rusly dari dulu menyampaikan kritik kepada pemerintah. Dan dia menghormati. Karena Petisi 28 memiliki hak untuk menyampaikan kritik.
"Kan bagus ada yang mengkritik. Itu normal-normal saja. Kami selalu dengar, karena SMS beredar dari mereka ke kami," ujarnya.
Max mengaku tak merasa kritik Petisi 28 itu sebagai ancaman. Meski kemarin Petisi 28 meminta Presiden SBY mundur karena dinilai memiliki 28 kegagalan selama menjabat Presiden.
"Ancaman gimana? Memang gampang menurunkan SBY. Dia itu dipilih 60 persen rakyat. Kok yang begitu-begitu (dianggap) ancaman. Kita tidak merasa itu ancaman," demikian anggota Komisi I DPR ini. [
zul].
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.