"Kritik yang berkembang di masyarakat, yang disampakan tokoh-tokoh di Muhammadiyah dan NU, termasuk yang paling keras disampaikan Petisi 28, itu masih normal, biasa-biasa saja. Tidak ada upaya penggulingan pada Presiden SBY secara inskonstitusional," ujar Priyo kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Rabu, 13/10).
Khusus untuk Petisi 28 yang meminta Presiden SBY mengundurkan diri, menurutnya, itu hanya sekedar wacana. Karena, Petisi 28 saat mendatangi gedung Sekretariat Negara Senin lalu, hanya menyerahkan surat permohonan agar Presiden mengundurkan diri yang disertai 28 daftar kegagalan dan tidak membawa pasukan.
"Saya kira Petisi 28 juga wacana saja. Nggak ada tuh pasukan yang bawa-bawa senjata. Jadi kalau dikatakan penggulingan, itu mimpi di siang bolong. Kami Partai Golkar, kalau ditanya, akan memilih di samping SBY, kalau digulingkan secara tidak sah atau konstitusional," tegasnya.
Namun dia menganjurkan, agar pemerintahan SBY-Boediono menerima kritik yang disampaikan sejumlah kalangan. Karena hanya dengan dengan cara itulah, menurutnya, pemerintah bisa memperbaiki diri.
[zul]
BERITA TERKAIT: