"Mereka berkeinginan agar solidaritas jaksa agung dalam pengertian negatif, tetap terjaga. Itu mudah sekali dibaca publik. Kalau jaksa agung dari internal, besar kemungkinan akan terjadi solidaritas sesama jaksa dalam membongkark kasus yang dialami oleh mereka sendiri," ujar Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 7/10).
Hal itu dikatakan Ray menanggapi permintaan mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji kemarin yang untuk kesekian kalinya agar penggantinya tetap dari korps adhyaksa itu.
Penegasan Plt Jaksa Agung Darmono, Ray melanjutkan, bahwa Jaksa Cirus tidak terlibat dalam kasus Gayus Tambunan, meski nama Cirus kerap disebut-sebut dalam sidang kasus Gayus menjadi bukti betapa tingginya solidaritas negatif itu dibangun.
"Makanya sebaliknya, kami yang dari luar menganggap, Jaksa Agung itu harus dari luar Kejaksaan. Karena dia tidak terikat dengan korpsnya. Apalagi selama ini Jaksa sering kali terlibat dalam praktik korupsi. Kita percaya dari luar yang bisa membersihkannya," imbuhnya.
"Presiden juga sebaiknya memilih yang dari luar. Presiden tinggal memilih nama-nama yang sudah banyak beredar di publik. Adnan Buyung Nasution misalnya, dan masih banyak lagi," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: