Peran Swasta di Dunia Pendidikan Sangat Dibutuhkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 01 Oktober 2010, 13:14 WIB
Peran Swasta di Dunia Pendidikan Sangat Dibutuhkan
RMOL. Pada dasarnya, pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak meski secara khusus pemerintah mendapatkan mandat untuk menyelenggarakan pendidikan. Karena itu, peran institusi baik itu BUMN, pihak swasta, maupun organisasi sosial sangat dibutuhkan untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Dengan peran serta lembaga-lembaga terkait, tentunya dapat membantu meringankan beban pemerintah guna memajukan pendidikan di tanah air. Saat ini, tidak sedikit institusi yang berperan aktif memajukan pendidikan melalui kegiatan corporate social resposibilitiy (CSR).

Sebagai betuk terima kasih pemerintah atas kepedulian mereka pada dunia pendidikan Indonesia, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) memberikan Anugerah Peduli Pendidikan kepada 29 institusi terdiri atas kelompok pengusaha, perusahaan multi nasional, BUMN dan organisasi sosial.

”Pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak. Mustahil jika pemerintah melaksanakan tugas untuk membangun dunia pendidikan sendirian karena pendidikan itu sangat kompleks. Kami sangat berterima kasih atas bantuan pihak-pihak yang telah membantu memajukan pendidikan di negeri ini,” Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Jakarta kemarin.

Adapun institusi penerima penghargaan adalah Bank Mandiri, Bank BNI, Intel Corp, MNC, Astra Internasional, Coca Cola Ungaran, Telkom, L'Oreal Indonesia, Pertamina, Sinar Mas (Eka Tjipta Foundation), SCTV, TV One, Chevron, Rajawali Nusantara, TRANS CORP, KOMPAS, Metro TV, Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Kelola Mina Laut, Baba Rafi Indonesia, Sampoerna Foundation, Djarum, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Dompet Duafa, USAID, AUSAID, JICA, Tanoto Foundation, dan BRI

Acara penghargaan dirangkai dengan pemberian donasi dari beberapa perusahaan swasta antara lain PT. Intel memberikan donasi  1.000 laptop, PT. Sinar Mas  memberikan donasi berupa 1.000 Alquran diperuntukan untuk rumah singgah, PT. Chevron Pasifik Indonesia berupa laboratorium computer, serta PT.Astra memberikan bantuan rehabilitasi sekolah  di Sumatera Barat.

Dikesempatan berbeda Ketua Umum Eka Tjipta Foundation (ETF), G. Sulistiyanto manambahkan, ada atau tidaknya reward yang diberikan pemerintah pada lembaga yang peduli pendidikan, pihaknya tetap berkomitmen untuk meningkatkan program sosial melalui pendidikan.

"Target kami bukan untuk mendapatkan penghargaan, tetapi penghargaan tersebut kami anggap sebagai pengakuan atas upaya yang sudah dilakukan Sinar mas dan Eka Tjipta Foundation melalui program tanggung jawab sosial perusahaan,” katanya kepada wartawan.

Dia menambahkan, bentuk kepedulian yang sudah dilakukan ETF selama ini antara lain memberikan beasiswa.

“Beasiswa ini diberikan bagi juara-juara olimpiade yang belum mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke 15 universitas top dunia. Dengan syarat, harus kembali ke Indonesia dan bekerja di Indonesia melalui program Cipta Pemuda Bangun Bangsa,” katanya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA