Pasalnya, pergerakan Ahmad dinilai melenceng dari tahapan-tahapan gerakan yang dilakukan para teroris pada umumnya.
"Saya agak berbeda melihatnya. Ada kerancuan. Teroris, cara bekerjanya itu tidak pernah meninggalkan jejak. Kenapa dia meninggalkan jejak. Ada suratnya," ujar pengamat intelijen Zarmansyah kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 1/10).
Kejanggalan selanjutnya, sebut Zarmansyah, adalah tentang target dan waktu pelaksanaannya. Dia mengatakan tidak ada teroris yang menyerang polisi pada waktu siang hari. Mestinya hal itu dilakukan tidak dalam keramaian.
"Dan juga, kalau mau melakukan balas dendam,
masak persiapannya minim. Dan mestinya yang jadi target Densus, bukan polisi pengatur Inikan lalu lintas. Ini kan lucu-lucuan saja," sebutnya sambil mendesak Kepolisian harus menjawab kejanggalan-kejanggalan itu.
[zul]
BERITA TERKAIT: