"Pemerintah tidak mengontrol harga listrik itu. Penyedia listrik dilakukan oleh swasta," kata seorang aktivis lingkungan asal Filipina, Rosalinda G. Latino kepada wartawan di kantor Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Mampang, Jakarta Selatan, (24/9)
Rosalinda juga menambahkan, kebijakan yang dikeluarkan di negaranya, banyak dipengaruhi oleh kepentingan para pengusaha dan kaum kapital.
"Pemerintah misalnya katakan listrik kita bermasalah, karenanya butuh pasokan batu bara. Padahal, itu sebenarnya agar para pengusaha bisa memasok batu-bara baru. Batu bara itu cara yang paling gampang untuk mendapatkan uang bagi para pengusaha," jelas aktivis yang memandu sembilan aktivis lainnya berkunjung ke Indonesia.
[arp]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: