Pemerintah Semakin Jauh dari Rakyat Bila Tega Cabut Subsidi BBM

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 19 September 2010, 10:30 WIB
Pemerintah Semakin Jauh dari Rakyat Bila Tega Cabut Subsidi BBM
RMOL. Rencana pemerintah mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM) dinilai sebagai kebijakan yang salah dan keliru. Sebab, kebijakan itu akan menimbulkan masalah baru dan juga pekerjaan baru yang lebih rumit. Kebijakan tersebut benar-benar sangat jauh dari kepentingan rakyat.

Hal itu dikatakan pengamat perminyakan, M Qurtubi kepada Rakyat Merdeka Online Minggu (19/9), saat dimintai tanggapan soal rencana pembatasan subsidi BBM yang akan dilakukan pemerintah mulai tahun ini.

"Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan pemerintah. Bagi BBM jenis premium misalnya, bisa diatasi dengan cara membangun infrastruktur untuk bahan bakar gas. Ganti semua angkutan umum menjadi berbahan bakar gas, seperti Trans Jakarta," ujarnya.

Kebijakan ini, menurutnya disebabkan ketakutan pemerintah sendiri terhadap harga minyak dunia. Padahal harga minyak mentah dunia saat ini jauh di bawah asumsi harga minyak seperti yang diasumsikan oleh pemerintah sendiri.

"Harga minyak dunia saat ini US$ 70 dan itu masih rendah karena kita sudah mematok harga minyak dengan asumsi angka US$ 80 per barel dalam APBN-P 2010. Jadi Pemerintah seharusnya jangan takut," pungkasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA