"Kami atas nama pemerintah, pimpinan majelis agama, dan tokoh agama menyampaikan keprihatinan dan mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang maupun pihak-yang tidak bertanggung jawab terhadap pendeta HKBP. Mudah-mudahan korban cepat sembuh dan mengalami kepulihan psikologis," ujar Sekjen Kemenag Bahrul Hayat.
Hal itu ia katakan dalam konferensi pers yang digelar siang ini (Senin, 13/9) di kantor Kementerian Agama, di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Selain Bahrul juga hadir memberikan pernyataan mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama, Hasyim Muzadi, pengurus Konferensi Waligereja Indonesia, Romo Benny Susetyo dan Ketua Persatuan Gereja Indonesia Pendeta Andreas.
Selain itu, Bahrul juga meminta polisi untuk bekerja secara profesional mengungkap insiden kekerasan itu. Polisi, katanya, harus bertindak dan menghukum pelaku menurut perundang-undangan yang berlaku. "Kami meminta polisi segera menangkap para pelaku yang tidak bertanggung jawab tersebut," tegasnya.
Pada saat yang sama, Bahrul juga menyerukan dan mengimbau tokoh-tokoh agama yang ada di daerah untuk tetap menjaga kerukunan umat beragama di daerah masing-masing dan tidak terpancing dengan peristiwa yang terjadi di Bekasi itu.
"Kami pemerintah majelis agama akan terus mencari solusi terbaik untuk umat Kristiani HKBP dan masyarakat di sana dengan cara dialog dan mencari alternatif-alternatif lain yang bisa dilakukan untuk Umat HKBP," imbuhnya.
Khusus untuk Forum Komunikasi Umat Beragama, dia menyerukan untuk selalu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan terganggungnya toleransi umat beragama karena insiden kekerasan itu.
[zul]
BERITA TERKAIT: