PDIP: Menteri Tidak Profesional Dicopot, Besok Pagi Semua Masalah Selesai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 07 September 2010, 16:37 WIB
PDIP: Menteri Tidak Profesional Dicopot, Besok Pagi Semua Masalah Selesai
RMOL. Selain Gerindra, sebagai partai oposisi, PDI Perjuangan juga mendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mereshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Bahkan jika SBY tegas, seperti dikatakan fungsionaris DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, hal itu bisa dilakukan pada waktu-waktu sebelumnya sesaat setelah SBY mengetahui bahwa ada pembantunya yang tidak mumpuni untuk bekerja di pemerintahannya.

"Reshuffle itu hak prerogatif Presiden. Kalau Presidennya mau, dari kemarin-kemarin itu sudah bisa dilakukan. Tapi kalau Presidennya masih takut-takut, padahal dukungan sudah sangat kuat, sekarang atau besok pun, reshuffle tidak akan dilakukan," ujar Ganjar kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 7/9).

Sebagai partai oposisi, sebut anggota Komisi II DPR ini, PDI Perjuangan menyarankan agar Presiden SBY membentuk KIB II sebagai kabinet ahli. Artinya, semua menteri memiliki profesionalitas yang sesuai dengan kementerian yang dipimpin sang menteri. Bukan seperti komposisi KIB II saat ini dimana kebanyakan menteri hanya berdasarkan politik akomodatif karena telah membantu SBY pada saat Pemilu lalu.

"Kalau itu dilakukan (bentuk kabinet ahli), besok pagi, kami kira semua masalah-masalah langsung tercover," katanya yakin. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA