Untuk mencapi hal tersebut, saatnya SBY me
reshuffle menteri-menteri tidak profesional yang tidak bisa bekerja mendukung program pemerintah dalam menciptakan pembangunan yang pro rakyat.
Demikian dikatakan Ketua Umum DPP Gerindra Suhardi menanggapi analisa anggota Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok bahwa pada Oktober mendatang SBY akan merombak kabinet.
"Saatnya membangun bangsa dengan profesional.
Reshuffle perlu dilakukan karena hasil
survey terhadap SBY saat ini terus menurun. Kinerja menurun itu kan hasil kolektif dengan para pembantunya," ujarnya kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 7/9).
Suhardi yang juga Gurubesar Ilmu Kehutanan Universitas Gajah Mada ini menklaim sejak awal partainya telah menilai banyak menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II tidak profesioanal.
"Orang yang jadi menteri hanya karena mendukung atau membantu SBY waktu Pemilu saja. Padahal mereka tidak mampu menciptakan pembangunan yang pro rakyat secara profesional," tegas Suhardi.
Sepengatahuan Anda ada berapa menteri yang tidak profesional?
"Tidak etis kalau saya bilang berapa menteri. Tapi yang jelas banyak menteri yang tidak profesional," jawabnya diplomatis.
[zul]