Ketum Gerindra: Saatnya Menteri yang Hanya Bisa Bantu SBY Saat Pemilu Ditendang!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 07 September 2010, 15:22 WIB
Ketum Gerindra: Saatnya Menteri yang Hanya Bisa Bantu SBY Saat Pemilu Ditendang<i>!</i>
SUHARDI/IST
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diingatkan untuk tidak mewariskan pekerjaan rumah yang bisa menyulitkan pemerintahan mendatang dalam membangun negeri ini.

Untuk mencapi hal tersebut, saatnya SBY mereshuffle menteri-menteri tidak profesional yang tidak bisa bekerja mendukung program pemerintah dalam menciptakan pembangunan yang pro rakyat.

Demikian dikatakan Ketua Umum DPP Gerindra Suhardi menanggapi analisa anggota Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok bahwa pada Oktober mendatang SBY akan merombak kabinet.

"Saatnya membangun bangsa dengan profesional. Reshuffle perlu dilakukan karena hasil survey terhadap SBY saat ini terus menurun. Kinerja menurun itu kan hasil kolektif dengan para pembantunya," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 7/9).

Suhardi yang juga Gurubesar Ilmu Kehutanan Universitas Gajah Mada ini menklaim sejak awal partainya telah menilai banyak menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II tidak profesioanal.

"Orang yang jadi menteri hanya karena mendukung atau membantu SBY waktu Pemilu saja. Padahal mereka tidak mampu menciptakan pembangunan yang pro rakyat secara profesional," tegas Suhardi.

Sepengatahuan Anda ada berapa menteri yang tidak profesional?

"Tidak etis kalau saya bilang berapa menteri. Tapi yang jelas banyak menteri yang tidak profesional," jawabnya diplomatis. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA