Pertama, sebut anggota Komisi I Helmy Fauzy, SBY sama sekali tak menangkap dan merefleksikan suasana batin rakyat Indonesia yang terluka akibat pelecehan martabat bangsa Indonesia dari suatu bangsa yang kerap menyatakan diri serumpun dengan Indonesia.
Kedua, pidato tersebut tak memberi sinyal atau pesan kuat kepada Malaysia bahwa rakyat Indonesia sedang marah atas pelanggaran kedaulatan Indonesia dan atas respons Malaysia terhadap nota protes dan surat SBY sendiri.
"Bahkan pidato (SBY) cenderung menyalahkan diri kita sendiri," ujarnya kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 2/9).
Sedangkan ketiga, masih kata politisi PDI Perjuangan ini, pidato SBY tersebut menggambarkan bagaimana karakter kepemimpinan nasional yang tidak sensitif terhadap hal-hal yang mengkompromikan kedaulatan negara sendiri.
"Dan justru cenderung mengakomodir posisi dan pandangan politik bangsa lain yang secara terang benderang dan terus menerus melakukan aksi provokasi," demikian Helmi.
[zul]
BERITA TERKAIT: