LUMPUR LAPINDO

Lurah Mindi Pertanyakan Sikap Wapres Boediono

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 29 Agustus 2010, 12:27 WIB
Lurah Mindi Pertanyakan Sikap Wapres Boediono

RMOL. Berbagai harapan disematkan warga di sekitar luapan lumpur Lapindo di POrong, Sidoarjo, Jawa Timur, kepada Koalisi Mayarakat Indonesia. Harapan-harapan ini disampaikan Lurah Mindi, Muhammad Asrul.


"Kami warga Mindi meminta kepada Koalisi Masyarat Indonesia untuk memperhatikan persoalan Mindi, yang merupakan aset kami di masa depan," ujar Asrul ketika menerima kunjungan KMI, Sabtu malam (28/8).

Harapan ini disampaikannya berkaitan dengan pernyataan Wakil Presiden Boediono bahwa pemerintah hanya menyelamatkan warga yang tinggal dalam radius tiga kilometer dari lokasi semburan. Sementara Kelurahan Mindi berada antara empat sampai lima kilometer dari lokasi.

Padahal, katanya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan agar warga yang berada di dalam jarak radius lima kilometer dari luapan lumpur harus diselamatkan.

"Kami meminta minimal radius lima kilometer dari pusat semburan (yang diselamatkan) seperti yang pernah diinstruksikan Presiden. Kami khawatir ini tidak dilakukan. Karena beberapa waktu yang lalu Wakil Presiden (Boediono) penah ngomong yang diselamarkan hanya yang berada dalam radius tiga kilometer," ujarnya.

Selain itu, Lurah Mindi ini juga meminta KMI untuk memperhitungkan apa yang akan terjadi bila tanggul lumpur jebol. Karena letak kelurahan Mindi berada tepat di sisi tanggul.

"Kami mendapat kabar bahwa tanah Porong itu turun delapan sentimeter per bulan. Kalau dalam satu tahun apa yang kan terjadi pada kami," katanya pasrah. [zul]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA