"Menurut saya itu rutin menjelang lebaran. Tanpa ada masalah kepemimpinan nasional pun, di daerah-daerah ada saja aksi pencurian. Kalau pakai laras panjang itu untuk lebih efektif saja," ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 24/8).
Wawan sendiri mengakui saat ini masih banyak senjata api yang beredar di tengah masyarakat. Menurutnya, senjata api itu merupakan sisa-sisa dari daerah konflik, hasil penyelundupan bawah tanah serta transaksi gelap yang berjalan secara rapi. Apalagi yang paling banyak beraksi adalah para residivis.
"Nah yang perlu saat ini adalah mencari tahu siapa pembocor dari pihak bank. Karena itu biasanya ada kerja sama (antara perampok dan pihak bank). Dan itu perlu pembuktian," imbuhnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: